Monday, 21 July 2014

Pigi jo deng dia. voc. Doddie romantic x



Prabowo Subianto:


"Saudara-saudara sekalian, dari sejak awal saya selalu mengatakan bahwa
kita mengikuti dan taat asas dan kita taat hukum serta aturan main.
Saya selalu katakan, kita ikut aturan. Seluruh bangsa sedang membangun
demokrasi yang artinya sedang mengikuti taat aturan demokrasi, jadi kita serahkan kepada KPU.


Pihak yang kuat, harus sabar. Karena kita ingin negara kita baik. Kita
berjuang untuk rakyat. Kita di sini bukan orang-orang yang ingkar janji,
bukan ingkar sumpah, bukan orang-orang yang bohong. Kita takut kepada
Allah SWT. "
Photo: Prabowo Subianto:

"Saudara-saudara sekalian, dari sejak awal saya selalu mengatakan bahwa kita mengikuti dan taat asas dan kita taat hukum serta aturan main. Saya selalu katakan, kita ikut aturan. Seluruh bangsa sedang membangun demokrasi yang artinya sedang mengikuti taat aturan demokrasi, jadi kita serahkan kepada KPU.

Pihak yang kuat, harus sabar. Karena kita ingin negara kita baik. Kita berjuang untuk rakyat. Kita di sini bukan orang-orang yang ingkar janji, bukan ingkar sumpah, bukan orang-orang yang bohong. Kita takut kepada Allah SWT. "

Wednesday, 16 July 2014

PORE JAJI



Propaganda Stigmatisasi Jokowi Karena Didukung Oleh Banyak Media





Pengamat media Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta,
Iswandi Syahputra, khawatir dengan pemberitaan di media massa terkait
masalah pemilihan presiden (pilpres). Pemberitaan dinilainya dapat
memicu perpecahan di Indonesia.



“Berita media yang bertubi-tubi menerpa masyarakat itu merupakan proses
stigmatisasi. Satu kubu bisa membenci kubu lain seperti orang yang
bermusuhan. Jika stigma kubu lawan adalah musuh sudah terbentuk, maka
tunggulah saatnya terjadi perang saudara,” ujarnya di Jakarta, Rabu
(16/7/2014).



Iswandi melanjutkan, sejak awal media telah mengalami polarisasi
berdasarkan dukungannya terhadap pasangan capres-cawapres tertentu. Dia
pun melihat saat ini hampir tidak ada media yang tidak berpihak.



“Hampir seluruh media sudah berpihak dalam pilpres ini. Mayoritas dari
media mainstream terlihat dengan jelas berpihak pada pasangan nomor dua.
Berkolaborasi dengan lembaga survei, tiap hari isi beritanya quick
count melulu. Ini pasti ada tujuannya,” jelasnya.



Dia menilai keberpihakan media tersebut justru akan menjadi ancaman bagi demokrasi. Salah satunya dalam masalah quick count.



“Media itu diyakini sebagai salah satu pilar demokrasi. Bagaimana media
dapat ciptakan iklim demokratis jika dalam pilpres sudah tidak netral
dan berpihak. Demikian juga dengan quick count,

bagaimana mau quick count mau benar kalau dibayar pasangan tertentu. Ini anomali demokrasi”, jelasnya.



Bahkan saat ini, media massa seperti pihak yang ikut bersaing dalam
pilpres. Sesama media saling menjatuhkan. Padahal media memiliki
kekuatan membentuk opini publik. Di tingkat bawah, berita media bisa
dipegang sebagai nilai baik dan buruk oleh masyarakat.



“Masyarakat jadi bisa terpicu konflik jika media ikut-ikutan mendukung
pasangan tertentu. Media membuka jalan bagi terciptanya perang saudara,”
ucap mantan komisioner KPI itu.



Untuk itu Iswandi menghimbau, dalam kondisi politik sudah panas saat
ini, sebaiknya media menjalankan fungsi jurnalisme damai. “Jangan
memanasi situasi, tapi beri solusi. Buatlah berita dengan pertimbangan
‘jika’ ‘maka’. Jika saya beritakan ini maka dampaknya seperti ini,”
katanya



Ia mengingatkan, negara Yugoslavia tutup usia pada umur 88 tahun
demikian juga Uni Soviet yang besar dan kokoh bubar pada umur 74 tahun
karena konflik. “Mengerikan sekali jika Indonesia bubar menjelang usia
69 tahun akibat perang saudara dan itu terjadi karena media ikut
memanasi situasi,” tandasnya.

Sunday, 13 July 2014

Our Mission: Stop Hamas Terrorism

"I want them here," Mohammed's mother says through tears. "I want these women to support me." What happened when amid rocket fire Israeli mourners visited the family of the murdered Palestinian teenager: http://ow.ly/z5PZu In this together: The uncle of the slain Israeli teenager Naftali Fraenkel consoles Hussein Abu Khdeir, father of Mohammed.
"I want them here," Mohammed's mother says through tears. "I want these women to support me." What happened when amid rocket fire Israeli mourners visited the family of the murdered Palestinian teenager: http://ow.ly/z5PZu In this together: The uncle of the slain Israeli teenager Naftali Fraenkel consoles Hussein Abu Khdeir, father of Mohammed.
The family of slain Palestinian teenager received condolences from an unlikely source Tuesday: Israelis who had asked to come and mourn with them.

The scene was predictably awkward, even painfully so. But as NPR's Ari Shapiro reported for today's Morning Edition, the visit also brought a moment of grace for many of those involved.

The Abu Khdeir family lives in East Jerusalem, miles from the violence around Gaza, where militants have been firing rockets and Israel has launched airstrikes this week. With those tensions as a backdrop, a group of Israelis visited the family Tuesday, despite some relatives' concerns that such a visit might be used as a public relations stunt.

Here's how Ari describes the scene:

    "A huge group of Israelis has just pulled up in a tour bus, and people are arriving, some wearing yarmulkes, some wearing headscarves. They are young, and old, wearing sunglasses and flip-flops or somber button-up shirts and slacks.

    "The murdered teenager's uncle stiffly stands to greet his visitors. He tells me his culture of hospitality compels him to greet these guests warmly.

    " 'I am an Arab,' he says. 'As long as they are in my house, I cannot turn them back. They are welcome in my house.'

    "A cousin, Nihaya Abu Khdeir, stands to the side. She says she has mixed feelings. 'We have our culture and our respect. We can't just tell them to go, even if we want them to.'

    "So, the Israelis sit awkwardly in the plastic chairs."

They have come to apologize for the behavior of extremists, they say. But not all the relatives want the visitors there; one woman screams not to let others in.

Explaining why she came, teacher Nena Leibel tells Ari, "I personally think that any time one person does something good for another person, this world gets a little better."

Leibel brought dates and coffee as a gift for the family. But as Ari says, "one of Abu Khdeir's aunts told her, 'I don't want anything from you.' So she hangs on to them."

Ari asks another visitor, Ruth Danziger, if it's hard to make such gestures when attacks are underway.

"Maybe," she says. But, she adds, "I think the peace will come from the people, not from our leaders."

Eventually, the Israeli women gather near Mohammed's mother in an extraordinary scene, as Ari describes it:

    "In the center of the grape arbor, Mohammed Abu Khdeir's mother Suha sits, weeping over the loss of her son. Many of the Israeli women around her are crying, too.

    "She speaks Arabic to my interpreter, who translates.

    " 'I want them here,' she says through tears. 'I want these women to support me.' "

As he left, Ari says, Leibel stopped him to say that the gifts she had brought — dates and coffee — were finally accepted. In return, she got a hug, she says.

Thursday, 10 July 2014

Israel continues caring for Gaza patients | ISRAEL21c

Israel continues caring for Gaza patients | ISRAEL21c#PrabowoHatta , #satuINDONESIA , #INDONESIABANGKIT , #dukungboikotMETROtv­ , #syuradikaraende95fr­aternity , Website Resmi Kampanye #DukungPrabowoHatta untuk #SelamatkanIndonesia­ :

JAKARTA - Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Moh Mahfud MD menegaskan kemenangan pasangan calon presiden (capres) yang diusungnya. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini bahkan menyebut Prabowo tinggal menunggu waktu pelantikan sebagai presiden.

"Kita sudah punya presiden baru. Namanya Prabowo Subianto. Kita tinggal menunggu pelantikan saja," ujar Mahfud kepada wartawan di Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (9/7).

Mahfud juga memastikan bahwa data hasil hitung cepat yang dikantongi kubunya valid. Kubunya juga siap beradu data dengan hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU RI.

"Kita siapkan semua. Kita pastikan tanggal 22 Juli KPU memutuskan Prabowo-Hatta sebagai pemenang," tegasnya.

Lebih lanjut mantan menteri pertahanan itu meminta para pendukung dan simpatisan Prabowo-Hatta untuk tetap mengawal proses penghitungan suara. Ia juga berpesan agar para pendukung tetap tenang dan tidak terprovokasi.

"Saya minta semua menahan diri. Mari fokus awasi semua distribusi surat suara," tandasnya. (dil/jpnn)
- See more at: http://www.jpnn.com/read/2014/07/09/245220/Mahfud-Pastikan-Prabowo-Tinggal-Dilantik-Jadi-Presiden#sthash.edlJCW75.dpuf

JAKARTA - Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Moh Mahfud MD menegaskan kemenangan pasangan calon presiden (capres) yang diusungnya. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini bahkan menyebut Prabowo tinggal menunggu waktu pelantikan sebagai presiden.

"Kita sudah punya presiden baru. Namanya Prabowo Subianto. Kita tinggal menunggu pelantikan saja," ujar Mahfud kepada wartawan di Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (9/7).

Mahfud juga memastikan bahwa data hasil hitung cepat yang dikantongi kubunya valid. Kubunya juga siap beradu data dengan hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU RI.

"Kita siapkan semua. Kita pastikan tanggal 22 Juli KPU memutuskan Prabowo-Hatta sebagai pemenang," tegasnya.

Lebih lanjut mantan menteri pertahanan itu meminta para pendukung dan simpatisan Prabowo-Hatta untuk tetap mengawal proses penghitungan suara. Ia juga berpesan agar para pendukung tetap tenang dan tidak terprovokasi.

"Saya minta semua menahan diri. Mari fokus awasi semua distribusi surat suara," tandasnya. (dil/jpnn)
- See more at: http://www.jpnn.com/read/2014/07/09/245220/Mahfud-Pastikan-Prabowo-Tinggal-Dilantik-Jadi-Presiden#sthash.edlJCW75.dpuf

Wednesday, 9 July 2014

Satu Hati Untuk Indonesia



Sahabat, banyak pendapat simpang-siur di masyarakat karena perbedaan hasil hitung cepat (quick count).


Yang harus serta wajib dipercaya adalah penghitungan nyata (real count)
dan hasil hitung nyata final Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang merupakan
lembaga resmi penyelenggara Pemilihan Umum Presiden Republik Indonesia.

Berikut adalah Hasil sementara REAL COUNT oleh Tim Nasional Prabowo Hatta yang dikoordinasi oleh PKS (23.00 WIB, 9 Juli 2014)

Prabowo-Hatta 52,3%, Jokowi-JK 47,7%

Data dari 270 ribu TPS di 33 provinsi di 359 kab/kota di Indonesia.

http://m.merdeka.com/politik/real-count-pks-prabowo-hatta-523-jokowi-jk-477.html

Silahkan disebarkan , ‪#‎jagasuaraPRABOWOHATTA‬
Sahabat, banyak pendapat simpang-siur di masyarakat karena perbedaan hasil hitung cepat (quick count). 

Yang harus serta wajib dipercaya adalah penghitungan nyata (real count) dan hasil hitung nyata final Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang merupakan lembaga resmi penyelenggara Pemilihan Umum Presiden Republik Indonesia.

Berikut adalah Hasil sementara REAL COUNT oleh Tim Nasional Prabowo Hatta yang dikoordinasi oleh PKS (23.00 WIB, 9 Juli 2014)

Prabowo-Hatta 52,3%, Jokowi-JK 47,7%

Data dari 270 ribu TPS di 33 provinsi di 359 kab/kota di Indonesia.

http://m.merdeka.com/politik/real-count-pks-prabowo-hatta-523-jokowi-jk-477.html

Silahkan disebarkan , #jagasuaraPRABOWOHATTA

Satu Hati Untuk Indonesia



Sahabat, banyak pendapat simpang-siur di masyarakat karena perbedaan hasil hitung cepat (quick count).


Yang harus serta wajib dipercaya adalah penghitungan nyata (real count)
dan hasil hitung nyata final Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang merupakan
lembaga resmi penyelenggara Pemilihan Umum Presiden Republik Indonesia.

Berikut adalah Hasil sementara REAL COUNT oleh Tim Nasional Prabowo Hatta yang dikoordinasi oleh PKS (23.00 WIB, 9 Juli 2014)

Prabowo-Hatta 52,3%, Jokowi-JK 47,7%

Data dari 270 ribu TPS di 33 provinsi di 359 kab/kota di Indonesia.

http://m.merdeka.com/politik/real-count-pks-prabowo-hatta-523-jokowi-jk-477.html

Silahkan disebarkan , ‪#‎jagasuaraPRABOWOHATTA‬
Sahabat, banyak pendapat simpang-siur di masyarakat karena perbedaan hasil hitung cepat (quick count). 

Yang harus serta wajib dipercaya adalah penghitungan nyata (real count) dan hasil hitung nyata final Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang merupakan lembaga resmi penyelenggara Pemilihan Umum Presiden Republik Indonesia.

Berikut adalah Hasil sementara REAL COUNT oleh Tim Nasional Prabowo Hatta yang dikoordinasi oleh PKS (23.00 WIB, 9 Juli 2014)

Prabowo-Hatta 52,3%, Jokowi-JK 47,7%

Data dari 270 ribu TPS di 33 provinsi di 359 kab/kota di Indonesia.

http://m.merdeka.com/politik/real-count-pks-prabowo-hatta-523-jokowi-jk-477.html

Silahkan disebarkan , #jagasuaraPRABOWOHATTA

Party Of Gerindra(Gerakan Peduli Indonesia) :U.S.A & Canada Part 3 (HD-K5)

PrabowoHatta & NKRI HARGA MATI !!!
STRIKE BACK !!! Selamat siang sahabat di seluruh tanah air,

Apakah sahabat ‪#‎SudahCoblosPeciPrabowo‬?
Mari kita kawal dan awasi jalannya penghitungan suara di TPS
masing-masing. Jika ada kecurangan, mohon laporkan ke halaman ini atau
melalui aplikasi Jaringan Gerindra atau dengan mengakses www.JaringanGerindra.com

Terima kasih dan salam Indonesia Raya!
GERINDRA - Gerakan Indonesia Raya
jaringangerindra.com